Palu, Tindakan represif aparat Kepolisian saat mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan menyebabkan korban luka mendapat kecaman dari Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Palu.
Ketua Umum HMI Palu, Ari Uzama mengatakan, aksi yang digelar untuk menuntut perhatian lebih terhadap kebijakan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) yang di nilai mengancam prinsip demokrasi tersebut, ternyata mendapat perlakuan yang arogan dari aparat pengamanan.
Ari Uzama mengecam tindakan repsefif aparat kepada massa aksi, sebab tindakan tersebut adalah bentuk kekerasan dan melanggar hak asasi manusia.
“Sangat disayangkan yah, mereka yang seharusnya melindungi malah mereka yang arogan. repsefif sangat tidak wajar dan melanggar, bukan hanya melanggar tetapi bertentangan dengan Undang-undang nomor 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum”. Ucapnya kepada bakuatdotcom saat di konfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Pada Minggu, (25/8/2024), Pukul 21.00 Wita
Ia menambahkan, tindakan seperti ini sering terjadi pada saat demonstrasi terjadi, padahal menyampaikan pendapat merupakan hal yang harus di hormati serta dilindungi di Negara ini.
“Sebenarnya saya juga bingung dengan motif oknum aparat yang selalu arogan di setiap demontrasi mahasiswa, padahal telah di atur didalam undangan-undang bahwa dalam hal menyampaikan pendapat kita diberikan kemerdekaan dan dilindungi, justru kalau ada represifitas aparat tidak melindungi namanya itu”. Ujar Ari
Lebih jauh, Ari juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam, kami akan menyerukan ini kepada pihak yang berwenang untuk segera menindak lanjuti oknum aparat yang bertindak arogan dan melawan Hukum.
“Kami akan menyerukan agar diberikan sanksi tegas kepada Aparat yang melanggar itu karena tidak bisa di toleransi, beberapa mahasiswa termasuk Mahasiswa Untad juga menjadi Korban. Kami minta agar Kapolresta di copot dari jabatannya”.
“Kami juga minta kasus arogan yang dilakukan oleh oknum aparat terhadap mahasiswa harus di usut tuntas dan kami minta agar Pihak yang berwenang segera bertanggung jawab kepada para korban”. Tutup Ari













Comment