Hendak Laksanakan Shalat, Seorang Warga Binaan Lapas Kolonodale Pingsan Dan Meninggal Dunia Di RS Kolonodale

Berita, News402 Views

Kolonodale – Satu orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kolonodale meninggal dunia usai menerima perawatan intensif di IGD RSUD Kolonodale. Kamis, (05/12).

WBP Lapas Kolonodale yang meninggal dunia tersebut berinisial I, almarhum dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter IGD RSUD Kolonodale, dr. Arlin Tumimomor dengan diagnosa almarhum terkena serangan jantung.

Plh. Kalapas Kolonodale, Heru Cahyono saat ditemui di RSUD Kolonodale menjelaskan kronologi kejadian menyatakan bahwa almarhum secara tiba-tiba hilang kesadaran (Pingsan) sesaat setalah mengambil air wudhu untuk persiapan sholat Isya berjamaah di Masjid At-Taubah Lapas Kolonodale sekitar pukul 19.20 Wita.

Pada saat tidak sadarkan diri tersebut petugas blok Yoktan Kurnia Sandi yang dibantu oleh WBP lainnya kemudian membawa almarhum ke Klinik Meambo Lapas Kolonodale untuk mendapatkan penanganan medis awal.

Melihat kondisi almarhum yang semakin kritis Perwira Piket, Asis Hi Bahar kemudian melaporkan kepada Plh. Kalapas Kolonodale Heru Cahyono, dan langsung membawa almarhum tersebut ke IGD RSUD Kolonodale untuk mendapatkan pertolongan intensif.

Setelah tiba di IGD RSUD Kolonodale almarhum langsung mendapatkan perawatan intensif berupa Resusitasi Jantung Paru (RJP) 5 Siklus, pengecekan kesadaran pasien, pemberian oksigen 10 liter dengan masker Non-Rebreathing Mask (NRM), pengukuran tanda-tanda vital serta pemberian obat-obat emergency.

Kemudian pada pukul 19.52 Wita almarhum tidak dapat tertolong dan kemudian dinyatakan meninggal dunia, jenazah kemudian dibawah ke kamar jenazah Lapas Kolonodale dan siap diberangkatkan ke rumah duka di Desa Lambarea, Bungku Tengah, Morowali.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya almarhum, kejadian ini tentu saja sangat mengejutkan kami karena almarhum sebelumnya tidak memiliki keluhan penyakit dan dalam keadaan sehat, namun secara tiba-tiba terkena serangan jantung dan dinyatakan meninggal dunia oleh Dokter di RSUD Kolonodale” jelas Heru Cahyono.

Pada pukul 01.30 Wita, Jumat, 06 Desember 2024 jenazah WBP Lapas Kolonodale tersebut diserahkan kepada pihak keluarga yang diterima langsung oleh ayah kandung almarhum, Martani dan keluarga dengan disaksikan aparat desa setempat.***

Comment