PALU – Sejumlah organisasi non-pemerintah yang fokus dalam isu lingkungan baru-baru ini membentuk sebuah Kaum Muda Bersuara pada Senin, (18/11/2024). Kolaborasi ini sebagai bentuk respon atas pertemuan COP 29 di Azerbaijan yang dinilai tidak memberikan solusi atas perubahan iklim dunia yang juga meliputi Sulteng.
Adapun sejumlah ornop yang tergabung diantaranya WALHI, JATAM, KPA, Trash Ranger, Green Youth Movement, Rubalang dan sejumlah LSM lainnya.
Wandi, salah seorang perwakilan Kaum Muda Bersuara mengatakan jika kolaborasi ini sebagai bentuk penyelamatan krisis iklim di dunia yang juga disebabkan oleh maraknya industri ekstraksi di Sulteng.
“Seperti cuaca ekstrim yang tidak teratur, debu akibat aktivitas ekstraksi dan deforestasi yang meningkat. Semua faktor krisis iklim juga terjadi di Sulteng oleh aktivitas ekstraksi di Sulteng,” kata Wandi.
Lebih lanjut, Wandi mengatakan jika kolaborasi ini juga untuk menekan pemerintah guna memberikan komitmen serius dalam pencegahan krisis iklim di Sulteng.
Rencananya Kaum Muda Bersuara akan melakukan aksi kampanyenya pada 21 November dan acara puncaknya pada 24 November mendatang dengan menggelar diskusi publik, pawai, pembacaan puisi dan sejumlah penampilan lainnya.
Wandi berharap agar LSM atau komunitas lainnya di Palu dapat bergabung dalam aksi kolaborasi kali ini.
“Kami membuka pintu seluas-luasnya kepada seluruh lembaga, organisasi, komunitas untuk turut ikut serta melakukan penyelamatan lingkungan bersama Kaum Muda Bersuara,” pungkasnya.
Reporter : Nasrullah Malonda
Editor : Redaksi








Comment