AMPANA – Listrik menjadi salah satu kebutuhan masyarakat utamanya pelaku usaha kecil menengah (UMKM) di Kota Ampana, Sulawesi Tengah.
Namun, keseringan listrik padam membuat beberapa pelaku usaha kecil minim pendapatan dikarenakan seringnya listrik yang menjadi sumber utama usahanya menjadi terganggu.
Lina, seorang pedagang minuman dingin mengaku merugi saat pemadaman dilakukan oleh PLN, apalagi listrik padam selama berjam-jam lamanya.
“Biasanya 2 jam mati lampu, so te bisa ba bekeng minuman, pembeli so pigi, tantu te ada pemasukan,” Keluhnya (4/10/2024).
Pun demikian dengan Gugun, seorang Barista dan Depot Air Minum yang biasa sehari-harinya menjual kopi di perempatan lampu merah Uentanga Bawah, omsetnya menjadi menurun akibat keseringan mati lampu.
“Kalau tidak mati lampu, biasa 200 atau 300 ribu, tapi kalau mati, tidak ada sama sekali,” ujarnya
Sementara itu, beberapa warga juga mengeluhkan seringnya listrik padam di Kota Ampana, sehingga menyebabkan warga harus membakar lilin sebagai alternatif penerangan dirumah mereka.
Warga mengaku membakar lilin agar mereka dapat beraktifitas didalam rumah, anak-anak sekolah tetap bisa belajar sebagaimana mestinya.
Seringnya lampu padam Di Kota Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, membuat aktifitas warga menjadi terdampak dan merugi, jaringan internet menjadi lemot, dan aktifitas perkantoran juga menjadi terhambat.
Kepala Rayon PLN Ampana saat dihubungi media ini melalui sambungan WhatsApp belum dapat terhubung atau centang satu.
(Red)








Comment