Karyawati di Ampana Tewas Ditikam Sekuriti, Berawal dari Teguran Soal HP Saat Apel

Berita, Daerah, Hukrim, News108 Views

TOUNA – Aksi kekerasan di lingkungan kerja berujung maut terjadi di Pakang Beach Resort, Desa Longge, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Sabtu (07/03/2026). Seorang karyawati, bernama Rindi Antika tewas setelah menjadi korban penikaman oleh oknum petugas keamanan (sekuriti) berinisial NYT.

Kepolisian Resor (Polres) Touna melalui Kasi Humas Polres Touna, Iptu Martono menjelaskan bahwa peristiwa tragis tersebut bermula saat pelaksanaan apel pergantian shift pagi sekitar pukul 08.30 WITA. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif pelaku diduga dipicu rasa kesal terhadap sikap korban.

“Pelaku menegur korban yang merupakan karyawan pakang beach karena sering bermain hp dan tidak serius saat apel,” Jelas Martono dalam pernyataan resminya.

Martono menambahkan, ketegangan semakin meningkat ketika korban diduga berusaha meninggalkan lokasi tanpa izin dari pelaku. Saat korban sudah berada di atas sepeda motornya, sempat terjadi adu mulut di antara keduanya. Tersulut emosi, pelaku kemudian menyerang korban secara membabi buta.

“Pelaku yang sudah emosi kemudian mencabut badik dari pinggang kirinya dan langsung menikam korban ke arah perut hingga jatuh. Pelaku lalu menikam korban secara berulang kali,” Tambahnya.

Akibat serangan tersebut, lanjut dia, korban mengalami 12 luka tusuk di sekujur tubuh. Korban sempat dilarikan ke fasilitas medis di Puskesmas Ampana Tete untuk mendapatkan perawatan. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Usai melancarkan aksinya, pelaku sempat melarikan diri ke salah satu rumah keluarganya di Desa Kajulangko. Namun, pengejaran cepat pihak kepolisian membuahkan hasil dalam waktu singkat.

“Pada jam 09.58 Wita, pelaku berhasil ditangkap dan diamankan bersama barang bukti sebilah badik di desa kajulangko. Pelaku ditangkap saat sedang bersembunyi dirumah keluarganya,” Imbuhnya.

Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Touna untuk menjalani pemeriksaan intensif. Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut guna memastikan jeratan hukum yang tepat sesuai dengan tindak pidana yang dilakukan.

 

Editor: Redaksi

Reporter: Wahyu Lamasinai

Comment