Touna – Upaya pencegahan perkawinan anak di Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) semakin diperkuat melalui kolaborasi strategis antara Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Touna dan Kantor Urusan Agama (KUA).
Selama 3 hari, para kepala KUA, penyuluh agama, dan penghulu dari berbagai kecamatan di Touna, duduk bersama dalam forum koordinasi untuk mempertegas peran KUA sebagai garda terdepan perlindungan anak.
Kegiatan yang diinisiasi melalui program INKLUSI ini tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi ruang konsolidasi lintas sektor untuk membangun layanan keagamaan yang lebih inklusif, responsif, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.
Salwa Zalsabila, selaku Field Koordinator INKLUSI, mengatakan, KUA memiliki posisi strategis dalam proses pencatatan dan bimbingan perkawinan, penguatan kapasitas dan komitmen aparatur menjadi kunci dalam menekan angka perkawinan anak.
Dalam kesempatan ini, kata Salwa, selama tiga hari, 25-27 Februari, peserta membedah berbagai tantangan di lapangan, mulai dari permohonan dispensasi usia, tekanan sosial-budaya, hingga minimnya pemahaman keluarga tentang risiko perkawinan dini.
“Diskusi juga mengerucut pada strategi konkret, seperti penguatan edukasi pranikah, pendampingan keluarga berisiko, serta optimalisasi peran penyuluh agama dalam kampanye pencegahan di tingkat desa,” katanya.
Ia menegaskan, bahwa keterlibatan langsung kepala KUA, penyuluh, dan penghulu merupakan langkah penting untuk memastikan pencegahan perkawinan anak tidak berhenti pada tataran wacana.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pencegahan perkawinan anak adalah tanggung jawab bersama. KUA memiliki posisi strategis dalam memastikan setiap pernikahan berlangsung secara matang, baik dari sisi usia maupun kesiapan mental,” tegasnya.
Melalui koordinasi ini, Fatayat NU Touna berharap terbangun komitmen bersama untuk memperkuat layanan KUA yang lebih inklusif dan ramah anak. Sinergi ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan ekosistem perlindungan anak yang berkelanjutan di Touna, sekaligus mendorong lahirnya generasi yang lebih sehat, berdaya, dan siap membangun masa depan.
Editor: Redaksi








Comment