Psikologi Perempuan Muslimah

Tajuk Opini44 Views

Oleh : Zulfitriani*

Psikologi perempuan memiliki peran strategis dalam membangun kualitas individu sekaligus generasi masa depan. Perempuan bukan sekadar pelengkap dalam struktur sosial, melainkan subjek utama yang menentukan arah kehidupan dirinya dan anak-anaknya. Kesadaran psikologis ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan keluarga dan masyarakat yang sehat secara mental dan emosional.

Sebagai madrasah pertama bagi anak, perempuan mendidik bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui simbol dan keteladanan. Sikap, emosi, dan cara perempuan menghadapi kehidupan secara tidak langsung membentuk karakter anak. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kualitas psikologis perempuan hari ini adalah cermin kualitas generasi di masa depan.

Dalam perjalanan hidup, perempuan perlu memiliki visi, misi, dan tujuan yang jelas. Pembagian fase usia dari 20 hingga 35 tahun menunjukkan bahwa setiap tahap memiliki tantangan dan peran yang berbeda. Egoisme positif, manajemen emosi, serta dukungan lingkungan menjadi kunci agar perempuan mampu bertumbuh tanpa kehilangan jati diri.

Pada akhirnya, sebagaimana pesan Ali bin Abi Thalib tentang ilmu, perempuan yang hebat bukanlah yang mengetahui segalanya, tetapi yang memahami dirinya sendiri secara mendalam. Dari pemahaman itulah lahir kekuatan untuk memimpin, mendidik, dan memberi makna bagi kehidupan yang lebih luas.

*Penulis adalah Sekretaris Umum Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Peternakan Perikanan Universitas Tadulako

Comment