TOUNA – Kepolisian Resor (Polres) Tojo Una-Una (Touna) menggelar konferensi pers akhir terkait penanganan perkara hukum selama kurun waktu 2025, bertempat di Mapolres Touna, Senin (29/12).
Konferensi Pers ini dalam rangka memaparkan berbagai pengungkapan dan perbandingan kasus sepanjang 2024 hingga 2025.
Kegiatan ini dipimpin Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Touna, AKBP Yanna Djayawidya, didampingi Wakapolres Touna, Kompol Mulyadi, Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim), IPTU Syarif dan Kasat Narkoba, IPTU Rizal Polii.
Kapolres Touna, AKBP Yanna Djayawidya menerangkan, Kasus kejahatan konvensional pada 2024 yang ditangani Polres Touna sejumlah 316 kasus, sedangkan pada 2025 meningkat menjadi 373 kasus atau bertambah 57 kasus.
Lebih jauh, Ia menyebut, terdapat 4 kasus menonjol pada 2025 yaitu Pencurian dan Pemberatan (Curat) sebanyak 49 kasus, penipuan 26 kasus, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) 30 kasus dan pengeroyokan 18 kasus.
“Secara kuantitas 4 kasus tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2024,” sebutnya.
Kata dia, jumlah kasus tindak Pidana Khusus (Pidsus) pada 2024 sebanyak 13 kasus dan meningkat pada 2025 menjadi 15 kasus, bertambah 2 kasus.
“Untuk tindak pidana khusus didominasi oleh penipuan online dan kejahatan ITE,” Kata AKBP Yanna
Sementara itu, Ia lanjut, perkembangan Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) di 2024 dan 2025 mengalami peningkatan sebanyak 16 kasus, dari 52 kasus pada 2024 menjadi 68 kasus pada 2025.
Kendaraan yang terlibat Laka Lantas didominasi oleh sepeda motor, baik roda dua dan tiga.
Pada 2024 sebanyak 66 sepeda motor terlibat Laka Lantas kemudian disusul sebanyak 97 sepeda motor pada 2025, bertambah 31 sepeda motor.
Ia menambahkan, jumlah tindak pidana narkoba yang ditangani pihaknya mengalami peningkatan 2 kasus, dari 33 kasus di 2024 menjadi 35 kasus pada 2025.
“Jumlah tersangka juga mengalami peningkatan dari 47 tersangka menjadi 48 tersangka, begitu juga barang bukti yang diamankan berupa sabu, ganja, ekstasi, tembakau gorila dan obat psikotropika,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini, AKBP Yanna juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak merayakan malam pergantian tahun baru dengan Euforia berlebihan.
“Sebagaimana kita ketahui bersama beberapa wilayah di indonesia sedang mengalami bencana, untuk itu mari kita rayakan pergantian malam tahun baru dengan kegiatan positif seperti doa bersama dan lainnya,” tutupnya.
Reporter : Fahtur Rahman
Editor : Redaksi








Comment