TOUNA – Pasangan suami istri (Pasutri), warga Desa Cendana, Kecamatan Una-Una, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), dikejutkan oleh adanya suara letusan tembakan dari dalam hutan, di area Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT), beberapa waktu lalu.
Hal tersebut terungkap setelah awak media pada Rabu (24/12), mengunjungi kedua pasangan tersebut yang berinisial R dan istrinya yang berinisial RM, di Desa Cendana.
Menurut RM, peristiwa tersebut bermula saat dirinya berada di pondok miliknya dan tiba-tiba dikagetkan dengan adanya suara letusan keras sebanyak 3 kali, yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.
“Saya langsung mondar-mandir, kesana kemari dalam rumah. Saya mau susul takut juga karena ini dihutan,” tutur RM.
RM yang panik kemudian didatangi R, dan memintanya untuk pergi melihat memastikan kejadian apa yang sedang terjadi.
“Saya dengar jelas itu ada tembakan 3 kali. Jadi pas datang suamiku, saya bilang tolong liat itu dulu ada apa disana,” ucapnya
R kemudian pergi mendekati pusat letusan tersebut dan masih terus mendengar letusan, sejak 3 letusan pertama.
Ia melihat adanya sekelompok orang, beberapa berseragam, yang terlihat tertawa dan menggunakan satu senjata api yang secara bergantian digunakan menembaki sasaran tertentu.
“Dorang pasang-pasang balak, baru itu dorang tembak, kaya orang latihan. Saya dapa disitu dorang ada ketawa-ketawa,” ungkap R.
Sekelompok orang tersebut, Kata R, telah memasang papan spanduk peringatan dan sempat menanyakan asal dirinya.
“Cuma ditanya dari mana, saya bilang sebelah,” jelasnya.
Terkait peristiwa tersebut, RM juga mengaku cemas dan merasa trauma selama beberapa hari, sejak peristiwa pelepasan letusan itu.
“Perasaan saya takut, sebenarnya kalo mau buang letusan begitu harus diperiksa dulu lingkungan itu, tapi itu tidak, buang terus. Kenapa tidak ba periksa lingkungan dulu, siapa tahu ada orang seperti kita, karena orang takut,” tegasnya.
Sementara R merasa khawatir pelepasan tembakan tanpa memastikan keberadaan orang di sekitar area tersebut dapat melukai dirinya dan juga sang istri.
“Awalnya begitu, jangan arahnya kemari. Sembarang ba tembak ini, kurang kage kemari depe arah,” pungkasnya.
Kepala Balai TNKT, Abdul Rajab saat dihubungi media ini, Jumat (26/12), mengatakan bahwa pihaknya memang beberapa waktu yang lalu melakukan pemasangan spanduk di Kecamatan Una-Una.
“Memang benar ada pemasangan spanduk,” ujarnya.
Ditanya terkait adanya aktivitas menembak, Ia menuturkan bahwa petugas TNKT hadir kawasan tersebut sebagai penanda bahwa itu merupakan kawasan Taman Nasional.
“Jadi bukan tembak menembak, menembak juga bukan orang yang ditembak,” kata Rajab.
Namun, aktivitas yang dilakukan petugas TNKT di kawasan Taman Nasional tersebut diduga menciptakan kecemasan bagi warga Desa Cendana akibat adanya aktivitas menembak padahal Taman Nasional Kepulauan Togean bukanlah area latihan menembak.
Reporter : Riadi
Editor : Redaksi













Comment