PALU – Sebanyak 218 offroader dari berbagai daerah di Indonesia Timur akan menjajal jalur ekstrem dan fun dalam kegiatan Adhyaksa Offroad 2025 Jelajah Lembah Palu yang berlangsung pada 2 hingga 4 Mei 2025 mendatang.
Peserta berasal dari sejumlah daerah seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tengah, termasuk dari Luwuk, Poso, Morowali, Ampana, Parigi, Tolitoli, Donggala, Sigi, hingga Kota Palu.
Panitia menetapkan titik start di halaman Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Jumat (2/5) pukul 08.00 WITA. Rute hari pertama menuju Camping Ground Bukit Salena di wilayah barat Palu. Hari kedua, peserta melanjutkan perjalanan ke arah timur dan utara Palu, bermalam di Camping Ground Taipa, dan menyelesaikan etape pada Minggu (4/5).
Panitia membagi rute menjadi tiga kategori trek yakni Ekstrim, Fun, dan trek Bebas, menyesuaikan kemampuan serta minat peserta.
“Aspek utama dari kegiatan ini sebenarnya adalah silaturahmi. Kami ingin mempererat hubungan antara aparat penegak hukum dengan komunitas, khususnya komunitas pecinta offroad,” kata Agus Suroto, Asisten Pengawasan Kejati Sulteng sekaligus Koordinator Panitia, saat ditemui di ruangannya, Jumat (25/4/2025).
Agus menambahkan, Kejaksaan memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana penyampaian edukasi hukum dengan pendekatan humanis.
“Pendekatan hukum itu ada tiga langkah: preemptive, preventif, dan represif. Lewat kegiatan offroad ini, kami menyampaikan informasi hukum secara tidak formal, disisipkan di sela-sela kebersamaan,” jelasnya.
Selain menjajal trek menantang, peserta juga akan melaksanakan aksi sosial dan lingkungan, seperti pembagian sembako untuk warga, penanaman pohon di sepanjang trek, serta membuka akses jalan ke daerah-daerah terpencil.
“Kegiatan ini bukan hanya soal seru-seruan. Kami juga ingin meninggalkan jejak manfaat,” ujar Agus.
Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Kejati Sulteng dengan Indonesia Off-road Federation (IOF), Pemerintah Kota Palu, dan Polres Palu.
“Yang terpenting dari semua ini adalah keselamatan, baik untuk peserta maupun masyarakat yang kami lewati. Itu prinsip utama kami,” tutup Agus.
Penulis : Nasrullah Malonda
Editor : Redaksi














Comment