Kadiskominfosantik Sulteng Resmi Buka Bimtek Geospasial 2024

Berita, Advetorial254 Views

PALU – Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Sulawesi Tengah, melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Sulawesi Tengah, Sudaryano R. Lamangkona, resmi membuka Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Geospasial Tahun 2024. 

Acara ini berlangsung di ruang BPSDM Provinsi Sulteng pada Rabu,(30/10/2024) dan dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Kepala Bidang Statistik Diskominfosantik Sulteng Madda, Kepala Dinas Kominfo se-Sulawesi Tengah, narasumber dari Badan Geospasial RI dan Registrasi Wilayah Adat, serta jajaran staf Diskominfosantik Sulteng.

Dalam sambutan tertulisnya, Sudaryano menekankan pentingnya evaluasi ini untuk menilai capaian dan kendala dalam penyelenggaraan statistik sektoral. 

“Kegiatan ini merupakan momen penting untuk mengevaluasi pencapaian dan tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan statistik sektoral,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa statistik sektoral memainkan peran vital dalam perencanaan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah, guna mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif.

“Data statistik sektoral menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan untuk mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif,” jelasnya.

Sudaryano juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini. 

“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kadis Kominfosantik Provinsi Sulteng beserta seluruh jajarannya yang telah memfasilitasi kegiatan ini,” tuturnya.

Evaluasi ini bertujuan mengukur capaian penyelenggaraan program Satu Data Indonesia dan statistik sektoral melalui Indeks Pembangunan Statistik (IPS). 

Menurut Sudaryano, penyelenggaraan statistik sektoral dan geospasial merupakan kewenangan yang belum sepenuhnya dipahami oleh perangkat daerah di Provinsi Sulteng, sehingga kegiatan ini sangat relevan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman.

“Kegiatan ini sangat tepat dilakukan mengingat penyelenggaraan statistik sektoral dan geospasial belum cukup luas dipahami peran dan fungsinya di tataran perangkat daerah Provinsi Sulteng,” ujarnya.

Ia berharap evaluasi ini tidak hanya bersifat formalitas, tetapi juga memberikan dampak strategis dalam meningkatkan kualitas data yang dimiliki pemerintah daerah. 

“Saya juga berharap hasil evaluasi ini digunakan sebagai acuan perbaikan kebijakan, landasan, dan penyelenggaraan statistik sektoral,” pungkas Sudaryano.

Reporter : Nasrullah Malonda

Editor      : Redaksi

Comment