MOROWALI – Insiden ledakan kembali terjadi di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Pada Jumat, 25 Oktober 2024 pukul 16:30 WITA, ledakan mengguncang area pengelolaan limbah di departemen SS PT Dexin Steel Indonesia (DSI), menewaskan seorang pekerja bernama Laode Gunawan, operator hoist crane, serta melukai satu pekerja lainnya.
Ledakan terdengar keras dan disusul oleh kobaran api yang membakar dinding dan hoist crane, sementara penyebab pasti belum diketahui.
Walhi Sulawesi Tengah, Yayasan Tanah Merdeka (YTM), dan Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Sulteng langsung merespons insiden ini dengan mendesak pemerintah, khususnya Presiden Prabowo, untuk memperbaiki tata kelola industri nikel yang dinilai semakin berbahaya bagi pekerja. Wandi, kampanye WALHI Sulteng, menyatakan bahwa keselamatan pekerja dan masyarakat harus diprioritaskan, tidak hanya mengejar keuntungan.
“Hilirisasi nikel tidak hanya soal keuntungan besar yang sering digembar-gemborkan. Kesejahteraan pekerja dan masyarakat harus menjadi tujuan. Kalau tidak, hilirisasi dan isu dekarbonisasi hanya menjadi alat bisnis oligarki,” tegas Wandi.
Kejadian semacam ini bukanlah kali pertama dalam kawasan PT IMIP. Sebelumnya, pada 24 Desember 2023 tungku smelter milik PT ITSS juga pernah meledak dan menelan banyak korban hingga menjadi sorotan tajam.
Setelah itu, serangkaian ledakan dan kecelakaan lainnya terus terjadi, seakan menjadikan IMIP sebagai “medan maut” bagi para pekerja. Ambulans bahkan dilaporkan hampir setiap hari mengangkut korban kecelakaan kerja di area ini.
Direktur JATAM Sulteng, Taufik, mengecam minimnya pengawasan dan sikap negara terhadap rentetan kecelakaan kerja di IMIP. Ia menilai bahwa pemerintah terlihat tunduk terhadap kepentingan investasi, sementara nyawa para pekerja terus menjadi taruhan.
“Kecelakaan kerja terus terjadi, namun negara seakan abai. Tidak ada sikap tegas, bahkan berbela sungkawa pun tidak. Pemerintah harus berani memberikan sanksi tegas, dari pemberhentian kegiatan hingga pencabutan izin operasi,” ujar Taufik.
Selain desakan untuk sikap tegas pemerintah, YTM meminta adanya audit menyeluruh terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di seluruh perusahaan dalam kawasan IMIP, termasuk PT DSI. Azis, staf kampanye YTM, mengatakan bahwa kematian Laode Gunawan hanya menambah daftar panjang kasus K3 di kawasan tersebut.
“Sudah 18 kasus K3 tercatat di PT IMIP. Mestinya setiap kali ada insiden, produksi dihentikan sementara untuk evaluasi dan perbaikan alat. Itu bukan hanya bentuk penghormatan bagi korban, tetapi juga peringatan bagi pekerja lainnya. Sayangnya, IMIP cenderung tertutup seakan tidak ada insiden apa pun yang terjadi,” jelas Azis.
Menurut data yang dihimpun oleh tiga LSM ini, PT DSI merupakan perusahaan patungan yang didirikan oleh Delong Group dari China melalui Delong Steel Singapore Projects dan Shanghai Decent Investment, serta Hanwa Singapore. PT DSI menghasilkan berbagai produk baja dengan kapasitas produksi tahunan yang besar, termasuk 3,12 juta ton nikel pig iron dan 1,83 juta ton steel slab.
Melihat seringnya kecelakaan kerja, organisasi masyarakat sipil mendesak Presiden Prabowo untuk menanggapi serius situasi ini, terutama dalam memperbaiki keselamatan dan kesejahteraan pekerja di tengah misi hilirisasi nikel yang terus digenjot pemerintah.
Reporter : Nasrullah Malonda
Editor : Redaksi












Comment