PALU – Forum Sudut Pandang, sebuah gerakan kolektif seni yang berbasis di Kota Palu akan menggelar sebuah festival yang bertajuk “Sintasloka” pada 26 Oktober hingga 5 November 2024 di lima titik yang tersebar di Kota Palu secara bergiliran.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Festival Sintasloka, Rahmadiyah Tria Gayathri dalam konferensi pers di Marlah Hub! pada Jumat sore, (25/10/2024).
Rahmadiyah mengungkapkan, jika festival ini difasilitasi oleh Pekan Kebudayaan Pekan Nasional (PKN), sebuah agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.
“Kebetulan kami mendapat support yang difasilitasi oleh Pekan Kebudayaan Nasional dalam agenda kuratorial ‘Rawat.’ Kami ingin memanfaatkan fasilitas dana publik itu untuk membuat Festival Sintasloka untuk mengingat bagaimana kami menggerakkan suatu kerja-kerja relawan bersama pada waktu rekonstruksi bencana,” kata Rahmadiyah.
Wanita yang memiliki sapaan akrab Ama ini juga menambahkan Festival Sintasloka direncanakan bakal menjadi agenda rutin yang dilaksanakan di tiap tahunnya sebagai salah satu bentuk perayaan apresiasi seni budaya di Sulawesi Tengah.
“Ini adalah tahun pertama menjalankan Festival Sintasloka dan semoga di tahun ke depan kami masih punya energi yang sama dan semangat yang sama,” tambah Ama.
Festival Sintasloka rencananya akan digelar dengan serangkaian agenda antara lain; presentasi karya ruang publik, pameran ‘Yang Kitorang Rasa Waktu Gempa,’ dan pertunjukan nyanyian-nyanian laut dengan menampilkan sejumlah seniman dari dalam dan luar Kota Palu.
Selain pertunjukkan seni juga ada sebuah agenda yang mempertemukan tiga seniman dari luar Kota Palu untuk berbagi pengetahuan ke publik seputar pengalaman kebencanaan, tradisi lisan dan warisan budaya lokal.
Lewat festival ini, Sintasloka diharapkan menjadi ajang pertemuan dan awal kolaborasi, baik bagi para seniman dan masyarakat umum untuk membahas isu-isu kebencanaan, identitas kawasan dan warisan pengetahuan budaya di masa lampau.
Reporter : Nasrullah Malonda
Editor : Redaksi














Comment