Palu, Situasi demo Mahasiswa mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) di depan Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Jumat, (23/8/2024) mulai tidak kondusif dan berakhir ricuh memasuki Pukul, 16.00 Wita.
Ratusan massa aksi mulai memenuhi jalan didepan Gedung DPRD Provinsi, sejak pukul 09.00 Wita. Ratusan massa aksi diketahui merupakan gabungan Mahasiswa sekota Palu.
Ketua Senat/Dewan Mahasiswa Universitas Tadulako (Untad), Andra I. Manggarai mengatakan bahwa kericuhan tersebut bermula ketika massa aksi tidak diberikan akses untuk masuk kedalam gedung DPRD Provinsi Sulteng.
“Jadi penyebab kericuhan itu, saat para massa aksi mau masuk ke dalam gedung DPRD Prov, tapi tidak di kasih masuk”. Katanya kepada Media bakuatdotcom
Selanjutnya, Ia menjelaskan, massa aksi mendapat perlakuan represif dari aparat pengamanan, sehingga beberapa mahasiswa menjadi korban pada saat aksi demontrasi berlangsung.
“Pas tidak diberikan akses masuk itu, maka terjadi Kericuhan/chaos. Kemudian terjadi tindakan represif aparat kepada mahasiswa yang mengakibatkan beberapa korban jiwa terutama mahasiswa untad”. Jelasnya
Lebih jauh, Andra juga sangat menyayangkan tindakan Aparat Kepolisian yang menyebabkan beberapa mahasiswa mengalami luka parah, padahal aksi tersebut menurutnya adalah aksi damai dengan tujuan memasukkan tuntunan ke DPRD Provinsi.
“Seharusnya Aparat kepolisian tidak boleh melakukan tindakan represif kepada Mahasiswa, padahal kami ingin melakukan aksi dengan damai di dalam Gedung DPRD Prov dan memasukan tuntutan kami agar di Akomodir Oleh DPRD” Pungkasnya
Hingga berita ini diturunkan, aksi akan berlanjut di Polda Sulteng, menuntut agar Kapolresta Palu dicopot dari jabatannya atas tindakan represif Kepolisian kepada Mahasiswa.
Reporter : Wahyu Lamasinai
Editor : Redaksi













Comment