Karang Taruna Desa Pasokan Gelar Dialog Mitigasi Bencana, Ajak Pemuda Tanggap Bencana

Bakuat – Ampana – Karang Taruna Bina Karya Desa Pasokan, Kecamatan Walea Besar, Kabupaten Tojo Una-Una menggelar dialog kebencanaan di halaman sekretariat Panwaslu kecamatan Walea Besar. Jumat malam, (26/1/2024).

Kegiatan dialog yang bertajuk “Mitigasi Bencana Di Tojo Una-Una” tersebut di ikuti sebanyak 30 orang orang tersebut menghadirkan pembicara utama dari pegiat literasi kebencanaan, Neni Muhidin, dosen kebenacanaan, Abdullah, dan Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana Kota Palu, Iwan Lapasere melalui Zoom Meeting.

Semula kegiatan ini dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tojo Una-Una, tetapi terkendala teknis yang mengakibatkan pemuda Desa Pasokan tidak dapat ikut serta, maka melalui lembaga kepemudaan kegiatan serupa kembali dilaksanakan.

Dalam penjelasannya, pegiat literasi kebencanaan, Neni Muhidin memaparkan sepuluh langkah-langkah mendasar dalam membangun daerah tanggap bencana, merujuk pada scorecard terbitan UN-ISDR/UN-DRR membangun.

Terdapat 10 Langkah Mendasar (Scorecard) terbitan UN-ISDR/UN-DRR membangun daerah tangguh, antara lain: 1. Adanya Organisasi untuk Ketangguhan terhadap Bencana, 2. Mengidentifikasi, memahami dan menggunakan Skenario Risiko untuk saat ini dan masa mendatang, 3. Memperkuat kemampuan Pembiayaan untuk Ketangguhan Bencana, 4. Mencapai Pembangunan Perkotaan yang tangguh bencana, 5. Menjaga Penyangga Alami untuk meningkatkan fungsi perlindungan yang disediakan oleh ekosistem, 6. Memperkuat Kapasitas Kelembagaan untuk Ketangguhan Bencana, 7. Memahami dan Memperkuat Kapasitas Masyarakat untuk Ketangguhan Bencana, 8. Meningkatkan Ketangguhan Infrastruktur, 9. Menjamin Respon Bencana yang Efektif, 10. Melaksanakan Pemulihan dan Pembangunan Kembali yang Lebih Baik.

“Melihat langkah-langkah dasar yang perlu dilakukan dalam mempersiapkan daerah yang tangguh bencana, maka tojo una-una masih punya banyak pekerjaan rumah”, papar Neni Muhidin.

Neni menambahkan, selain sepuluh langkah mendasar, diperlukan pula beberapa prioritas untuk mencapai ketahanan atau Indeks Ketahanan Daerah (IKD).

“selain perlu melaksanakan langkah-langkah dasar tersebut, terdapat juga alat ukur ketahanan atau sebutan lainnya Indeks Ketahanan Daerah” sambung Neni Muhidin.

Berikut Indeks yang dipaparkan Neni Muhidin antara lain:

  • PRIORITAS 1 Perkuatan Kebijakan dan Kelembagaan
  • PRIORITAS 2 Pengkajian Risiko dan Perencanaan Terpadu
  • PRIORITAS 3 Pengembangan Sistem Informasi, Diklat, dan Logistik
  • PRIORITAS 4 Penanganan Tematik Kawasan Rawan Bencana
  • PRIORITAS 5 Peningkatan Efektivitas Pencegahan dan Mitigasi
  • PRIORITAS 6 Perkuatan Kesiapsiagaan dan Penanganan Kedaruratan
  • PRIORITAS 7 Pengembangan Sistem Pemulihan

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Bina Karya, Desa Pasokan, Kecamatan Walea Besar, Firdaus Adjimairah mengatakan pihaknya menyambut usulan dari para pembicara akan berencana membuat program yang relevan dan mengajak seluruh elemen termasuk pemerintah dan pemuda untuk mulai menanam kembali tanaman bakau sebagai langkah mitigasi bencana.

“Bagian depan kampung (Desa Pasokan) dulunya punya bakau tapi sudah mati, nanti akan kami buat agenda penanaman kembali,” ucap Daud, sapaan akrab Firdaus.*

(red)

Comment